Malaikat
ku
Bukan
lagi seperti malaikat, tetapi dia memang malaikat.
Malaikat yang dikirim oleh Tuhan, untuk
merengkuh ku, kakak ku dan juga adik ku dari kehidupan yang penuh nestapa ini.
Memberikan segala kelembutan kasih sayangnya, demi mencicipi sesuap nasi,
tempat tinggal yang memadai, juga pengharapan masa depan indah yang selalu di
nanti dari kami. Dia tak pernah sama skali mengeluh atas kelelahannya. Dia yang
terus bekerja keras. Dari menjadi buruh tani di tengah padi padi, hingga
kini pun menyandang buruh, di rumah orang Patani. Membanting tulang dari
datangnya fajar hingga hilangnya mega menyambut gelapnya dunia.