Friday, 8 April 2016

GALAU (God Always Listening And Understanding)

GALAU  (God Always Listening And Understanding)

          Ketika sebuah perasaan tak enak yang ada dalam fikiran kita dikarenakan kita bingung, entah itu karena ada masalah cinta atau masalah tugas yang memaksa kita membuat sebuah pilihan yang membingungkan dan membuat emosi kita jadi tak karuan, itulah yang dinamakan galau.

          Dan sebenarnya kegalauan itu tidak ditimbulkan dari cinta dan kesibukan saja. Tidak dapat dipungkiri juga bahwa hidup kita di dunia ini adalah suatu masalah, maka dari itu hiduplah yang berarti, yaitu bermanfaat bagi diri kita sendiri dan orang lain.

          Ketika kita dihadapkan pada sebuah kondisi dimana tiba-tiba kegalauan itu datang, maka janganlah engkau bingung kawanku. Kita adalah orang yang berpegang teguh pada agama, dan kita percaya bahwa Tuhan itu ada. Ceritakanlah semua kepadaNya. Ingat ! Tuhan itu gak pernah tidur walau sedetikpun. Tuhan akan selalu mendengar keluh kesahmu. Percayalah, Dia akan mengerti dan Dia akan memberikan jalan keluar yang akan memudahkanmu.

          Jadi, percayalah wahai kawanku, jika kamu galau, bingung, maka serahkanlah semua kepadaNya. Limpahkan semua keluh kesahmu, because “God Always Listening And Understanding”.(ryn)
          

Thursday, 7 April 2016

Nenekku Inspirasiku


Masa kecilnya di habiskan untuk bekerja
Masa remajanyapun di habiskan untuk bekerja
Hingga dewasapun ia tetap bekerja
Sampai masa tuanyapun ia masih saja bekerja
Seperti tak ada waktu buat istirahat
Seperti tak ada masa buatnya berhenti sejenak
Bayangkan saja..
Halaman sudah bersih di pagi buta
Segala kebutuhan rumah tangga telah siap sedia, walaupun seadanya
Setelah selesai..
Ia langsung bergegas bekerja
Ia tak mau di dahului oleh terik matahari yang terus menyinari
Ia ambil beberapa buah karung lengkap dengan sabit dan tali yang terbuat dari kain
Lalu ia beranjak pergi, berjalan menyusuri panjangnya bahu jalan
Hanya di temani sandal jepit yang usang dengan tali dari kulit pohon waru
Ia susuri lebatnya hutan yang jauh dari desa
Sesampainya disana..
Nenek dengan cekatanya mengambil beberapa lembar daun pisang
Untuk dibawanya pulang, untuk ia jual atau tukarkan dengan lauk pauk sederhana
Tak lupa ia juga mencari rumput untuk ternak kambing milik ia dan anaknya
Bayangkan saja..
Rumput satu karung plus beberapa lembar daun pisang ia gendong di pundak bungkuknya itu
Dengan terpapah ia terus melangkah
Seperti tak ada yang namanya rasa lelah
Bismillah dan sampai rumah
Perjalanan jauh dengan terik matahari yang menyengat, atau kadang terguyur dinginya air hujan daun itu hanya di hargai seribu rupiah
Uang yang hanya pas buat membeli satu ikat krupuk pasir pelengkap makan satu kali
Bayangkan saja..
Sesampainya di rumah, duduk, minum dan makan siang dengan lauk seadanya
Lalu ia beranjak pergi lagi
Menggembalakan kawanan kambing ke hutan dengan jarak yang sama jauhnya
Namun ia tetap melangkah dan sabar
Ia nikmati hidup apa adanya dan di syukuri
Akan tetapi..
Sebenarnya anak cucunya menyuruhnya berhenti bekerja
Tapi ia menolaknya
Sambil tersenyum ia berkata”biarlah nenekmu ini terus bekerja, kalo sehari saja nenek tak kerja rasa badan ini sakit semua”
Sering sekali anak cucunya memaksanya berhenti bekerja
Akan tetapi..
Sambil termenung ia berkata”biarlah di ujung senja nenekmu ini tak merepotkan anak dan cucu-cucu semua, biar Allah menyambut nenek dengan senyuman-Nya”
Mengapa nenek begitu keras kepala yang tak mau menuruti kemauan anak cucunya
Seharusnya kini nenek menikmati masa tuanya dengan bersantai dirumah
Biarkan anak dan cucunya yang bekerja
Akan tetapi..
Hasil yang tak seberapa besarnya dari jualan daun malah ia berikan untuk jajan cucunya
Kadang juga kambing ia jual untuk keperluan mendadak
Ya Allah..
Apa yang ia lakukan, semuanya Cuma buat anak dan cucunya
Apa yang nenek lakukan ikhlas lillahi ta’ala
Walau ia sadar semua itu tak ada artinya
Nenek juga mengajari aku tentang cinta
Cinta kepada siapa saja, termasuk binatang sekalipun
Termasuk kepada Tuhanya
Totalitas hidup nenek Cuma buat anak cucunya
Sambil menimang-nimang cucunya ia berkata”nenek tidak ingin anak cucu nenek mengalami nasib yang serupa dengan nenek, cukup nenek saja yang merasakanya”
Makanya nenek berpesan bahwa anak cucunya harus berpengetahuan yang luas supaya tidak mudah di bodohi orang (berilmu)
Benar..
Memang Aku harus benar-benar sadar
Bahwa..
Ternyata ia benar-benar nenekku pahlawanku
**21/4/16, Selamat hari kartini, khususnya buat neneku di Indramayu.

Semoga engkau baik-baik saja, terus do’akan cucumu ini supaya menjadi sarjana mabrur yang dicintai teman-temanya yang sholeh dan berbakti pada orang tua, guru dan berguna ilmunya di dunia dan akhirat.

Sunday, 3 April 2016

Negeri “ENTAH berantah”



            “Sampai kapan kamu akan begini terus, nak”?, jawab si anak dengan tenang, “entahlah”.
Sebuah perkataaan sederhana, namun ketika di fahami akan berdampak besar bagi sebuah kelangsungan interpretasi yang bernama persepsi dalam fikiran. Pada dasarnya sebuah tujuan adalah sesuatu yang menjadikan jalan akhir dalam kajian teoritis maupun tekstual dalam momentum perjalan manusia.
            Tidak dapat di pungkiri bahwa pelemahan-pelemahan yang ada terutama dalam tatanan kesosialan bermasyarakat dan berbudaya terkadang sangat di pupuk subur dalam konsepsi fikiran yang terbatas. Padahal dalam kajian tertentu hal yang demikian itu sangatlah berbahaya dalam perspektif perjalanan kedepanya.
            Tulisan kecil karya mas Woko utoro insya allah akan sedikit menggugah fikiran anda wahai para pembaca. Tulisan sederhana ini akan memWowkokan semangat anda dalam hal literasi kajian ilmu yang bermanfaat kedepanya, perlu di fahami bahwa dalam tulisan ini nantinya bukan untuk mengubah paradigma atau bahkan mengubah ideologi anda, melainkan akan mengubah cara pandang secara sederhana untuk menjadikan sebuah proses dan tujuan akhir itu penting dalam sebuah ke indahan berpersepsi dan telaah kehidupan di masa depan.
            Mari kita kembali pada pokok permasalahan yang ada di atas, saya sangat mengamini bahwa cara pandang seseorang dalam menelaah sesuatu itu sangat berbeda- beda dan memiliki corak warnanya masing-masing. Beda kepala beda pula isinya, mungkin pepatah itu yang tepat untuk menggambarkan madzhab fikiran seseorang, disisi lain berbedaan adalah rahmat.
            Kata entah adalah salah satu dari kata yang akan membuat psikologi seseorang akan mengalami perubahan walaupun tidak begitu signifikan, akan tetapi tak dapat menafikan bahwa kata itu akan menjadi sebuah negeri yang mengerikan dalam fikiran kita, yang akan memenjarakan bahkan akan membunuh siapa saja yang terus mentradisikanya. Dalam sebuah kajian psikologi hal yang demikian harus di buang sejauh mungkin, karena yang demikian itu akan memperlambat persepsi yang sejak awal memiliki pandangan yang jernih seketika itu juga akan menjadi keruh dan menjadi sosok yang mengerikan. Di tambah lagi di tinjau dari sisi tasawuf hal itu akan membuat pesimis seseorang untuk mencapai segala apa yang ia inginkan, dalam konteks ini yaitu sesuatu yang baik dan di peroleh dengan baik pula.
            Maka dari itu  proses optimalisasi kehidupan sangat di perlukan sekali dalam sebuah sugesti, guna menumbuhkan neuron-neuron positif yang akan terus memacu arah otak menuju jalan yang gemilang. Teruslah melangkah agar tetap dalam dalam keadaan istiqomah, jangan coba untuk berhenti sejengkalpun, karena kita harus di beri stimulus bahwa masa depan akan cerah, terbuka lebar bagi siapa saja yang mau menjemputnya. Masa depan bukan di khususkan bagi mereka yang pintar akan tetapi akan di berikan bagi mereka yang cerdas, yang mampu memanfaatkan di setiap waktu-waktu luangnya untuk teru belajar dan belajar, bukan untuk malas-malasan. Jangan pernah anggap dirimu itu paling bodoh, tetapi anggaplah diri ini adalah salah satu orang yang haus akan ilmu pengetahuan, bukankan kita tak ingin di anggap sebagai orang yang miskin ilmu?, maka dari itu belajarlah.

            Memiliki ilmu pengetahuan di atas orang lain bukan bermaksud untuk menyombongkan diri melainkan untuk introspeksi diri dan mengayaomi, ingat bukan menggurui. Jauhkan perkataan yang berbau melemahkan dan hadirkanlah pewangi penyejuk dengan kata optimisme tinggi, didiklah, didiklah, didiklah, bisa, bisa, bismillah. ”Allah akan mengangkat orang yang mau menuntut ilmu beberapa derajat”..Kemalasanku adalah air mata kedua orang tuaku, woks,MA