Thursday, 7 April 2016

Nenekku Inspirasiku


Masa kecilnya di habiskan untuk bekerja
Masa remajanyapun di habiskan untuk bekerja
Hingga dewasapun ia tetap bekerja
Sampai masa tuanyapun ia masih saja bekerja
Seperti tak ada waktu buat istirahat
Seperti tak ada masa buatnya berhenti sejenak
Bayangkan saja..
Halaman sudah bersih di pagi buta
Segala kebutuhan rumah tangga telah siap sedia, walaupun seadanya
Setelah selesai..
Ia langsung bergegas bekerja
Ia tak mau di dahului oleh terik matahari yang terus menyinari
Ia ambil beberapa buah karung lengkap dengan sabit dan tali yang terbuat dari kain
Lalu ia beranjak pergi, berjalan menyusuri panjangnya bahu jalan
Hanya di temani sandal jepit yang usang dengan tali dari kulit pohon waru
Ia susuri lebatnya hutan yang jauh dari desa
Sesampainya disana..
Nenek dengan cekatanya mengambil beberapa lembar daun pisang
Untuk dibawanya pulang, untuk ia jual atau tukarkan dengan lauk pauk sederhana
Tak lupa ia juga mencari rumput untuk ternak kambing milik ia dan anaknya
Bayangkan saja..
Rumput satu karung plus beberapa lembar daun pisang ia gendong di pundak bungkuknya itu
Dengan terpapah ia terus melangkah
Seperti tak ada yang namanya rasa lelah
Bismillah dan sampai rumah
Perjalanan jauh dengan terik matahari yang menyengat, atau kadang terguyur dinginya air hujan daun itu hanya di hargai seribu rupiah
Uang yang hanya pas buat membeli satu ikat krupuk pasir pelengkap makan satu kali
Bayangkan saja..
Sesampainya di rumah, duduk, minum dan makan siang dengan lauk seadanya
Lalu ia beranjak pergi lagi
Menggembalakan kawanan kambing ke hutan dengan jarak yang sama jauhnya
Namun ia tetap melangkah dan sabar
Ia nikmati hidup apa adanya dan di syukuri
Akan tetapi..
Sebenarnya anak cucunya menyuruhnya berhenti bekerja
Tapi ia menolaknya
Sambil tersenyum ia berkata”biarlah nenekmu ini terus bekerja, kalo sehari saja nenek tak kerja rasa badan ini sakit semua”
Sering sekali anak cucunya memaksanya berhenti bekerja
Akan tetapi..
Sambil termenung ia berkata”biarlah di ujung senja nenekmu ini tak merepotkan anak dan cucu-cucu semua, biar Allah menyambut nenek dengan senyuman-Nya”
Mengapa nenek begitu keras kepala yang tak mau menuruti kemauan anak cucunya
Seharusnya kini nenek menikmati masa tuanya dengan bersantai dirumah
Biarkan anak dan cucunya yang bekerja
Akan tetapi..
Hasil yang tak seberapa besarnya dari jualan daun malah ia berikan untuk jajan cucunya
Kadang juga kambing ia jual untuk keperluan mendadak
Ya Allah..
Apa yang ia lakukan, semuanya Cuma buat anak dan cucunya
Apa yang nenek lakukan ikhlas lillahi ta’ala
Walau ia sadar semua itu tak ada artinya
Nenek juga mengajari aku tentang cinta
Cinta kepada siapa saja, termasuk binatang sekalipun
Termasuk kepada Tuhanya
Totalitas hidup nenek Cuma buat anak cucunya
Sambil menimang-nimang cucunya ia berkata”nenek tidak ingin anak cucu nenek mengalami nasib yang serupa dengan nenek, cukup nenek saja yang merasakanya”
Makanya nenek berpesan bahwa anak cucunya harus berpengetahuan yang luas supaya tidak mudah di bodohi orang (berilmu)
Benar..
Memang Aku harus benar-benar sadar
Bahwa..
Ternyata ia benar-benar nenekku pahlawanku
**21/4/16, Selamat hari kartini, khususnya buat neneku di Indramayu.

Semoga engkau baik-baik saja, terus do’akan cucumu ini supaya menjadi sarjana mabrur yang dicintai teman-temanya yang sholeh dan berbakti pada orang tua, guru dan berguna ilmunya di dunia dan akhirat.

No comments:

Post a Comment