Kadang kita suka berpikir.
"kenapa harta dia lebih lebih banyak dariku? Bukankah usaha yang ku lakukan
tak beda jauh.”
"Dia mempunyai harta yang
melimpah. dari mana? Padahal dibanding dia aku lebih giat berusaha.”
"Apakah Allah tidak
adil?."
Pertanyaan terakhir. sungguh
pertanyaan yang sangat buruk. Menyandingkan Tuhan yang Maha Pemurah dengan
karakter buruk.
Coba mari kita berfikir. Allah yang
tak memberikan rezeki yang melimpah atau kah kita yang kurang bersyukur?
Kita masih diberi sehat hari ini.
Bukankah ini rezeki?
KIta masih bisa melihat indahnya
panorama dunia. Bukankah ini rezeki?
Kita masih bisa merasakan makanan
dan minuman yang nikmat. Bukankah ini rezeki?
Lihatlah disana. Disebuah rumah,
tempat orang yang terbaring lesu.
Mereka sakit sedangkan kita sehat.
Mereka kesulitan melihat keindahan
alam sedangkan kita sangat lah mudah.
Mereka hanya makan dan minum
sekehedak jadwal sedangkan kita bebas memilih.
Sungguh kawan, bukan banyak
sedikitnya rezeki yang kita terima, namun seberapa banyak kita mensyukuri apa
yang ada pada diri kita.
Simaklah dengan cermat nasihat
Hujjatul Islam, Imam al-Ghazali berikut ini, “Bisa jadi, kalian tidak tahu di
mana rezekimu. Tetapi, rezeki mengetahui di mana posisimu. Jika rezeki ada di
langit, maka Allah Ta’ala akan memerintahkannya supaya turun kepadamu. Andai
rezekimu ada di bumi, Allah Ta’ala akan menyuruhnya agar muncul menemuimu. Dan
jika rezekimu ada di lautan, Allah Ta’ala akan perintahkan padanya supaya
timbul bersua denganmu.”

No comments:
Post a Comment