Friday, 20 May 2016

cerita disudut masjid agung Al-Munawar.

 


Betapa pentingnya hidup dan begitu banyaknya kejutan dalam hidup. Mungkin itulah yang dapat saya simpulkan dimulai dari gerbang ponpes panggung putra saya dijemput teman saya,teman ngumpul dan ngopi saya. Rencananya kita mau ke alun-alun untuk menyelesaikan tugas masing2 akhirnya sampai sudah kita di parkiran alun2 kota Keramik Tulungagung. Montorpun kami parkir lalu kita masuk alun2 dan mencari tempat untuk duduk. "Akhir pekan "batin q berkata karena melihat keramaian didalam lokasi ini, setelah mendapat tempat duduk kamipun mencari listrik untuk mengecas laptop kami. tapi nasib berkata lain, listriknyapun tak nyala akhirnya kami beranjak dari tempat semula lalu pergi untuk mencari lokasi yang pas untuk beradu dengan otak dan mengolah pengetahuan kami untuk sekedar menjadikannya tulisan.
Melewati jalan selatan masjid Agung Munawar kami menuju tempat kami jarang ngopi disana yaitu di cafe yang bernama HALTE,
Lagi-lagi Tuhan berkehendak lain cafe ternyata masih tutup dengan kecewanya kami karena gagal rencana kedua kami, betapa malang nasib kita berdua luntang lantung di jalan seperti orang kebingungan, tanpa arah dan tujuan ,hhe terlalu alay ya.
Kamipun akhirnya kemasjid Al-munawar.montorpun kami parkir lagi setelah mencopot hlem kami mata kami terfokus kepada seorang kakek berbaju batik dengan topi birunya dan amat keren dan tampan sekali kakekpun melayani pembeli yang kebetulan lewat lalu mampir kepinggir jalan untuk membeli jualan sang kakek. Kamipun mendekat karena penasaran dan merasa kagum ketika seharusnya seusianya hidup dalam asuhan anak2nya, seharusnya menikmati masa tuanya namun sang kakek masih sangat semangat untuk mencari nafkah yang entah beliau peruntukkan untuk siapa. Ternyata yang dijualnya adalah getuk telo yang dibumbui dengan kristalan parutan kelapa yang mungkin bisa mengganjal kelaparan untuk orang yang belom sarapan dipagi hari ini.
Selesai membeli getuk kamipun beranjak mencari tempat duduk diserambi masjid, lalu kami makan sambil sedikit ngobrol ngalor ngidul (utara,selatan didalam bahasa jawa).sungguh pengalaman yang tidak pernah terencanakan sebelumnya pagi ini kami mendapat beberapa pengalaman yang luarbiasa dari sepercik cahaya mentari di pagi hari.


No comments:

Post a Comment