Alhamdulillah, pagi tadi saya dibuat tersenyum. Ternyata, perjuangan berat Kartini untuk membela kaumnya, menyuarakan kebebasan untuk perempuan, menghasilkan efek samping yang dapat dirasakan hingga saat ini. Sekarang, kaumnya dengan riang bisa benafas lega. Tak seperti dulu, setiap kaumnya selalu terisolasi. Bahkan, ibaratnya untuk tersenyum pun terdapat aturannya. Lagi, masih ingatkah kaumnya sekarang bagaimana Kartini terus menerus berpeluh untuk bangsanya dan tentunya, untuk kaumnya.
Ah, Kartini kisahmu memang panjang namun tak membosankan. Bahkan, akupun dibuat malu karena mu. Kau begitu semangat, kau begitu gigih dalam mengungkapkan "uneg-uneg" mu.
Kartini, tahukah engkau? Dalam sebuah buku yang berjudul "The Chronicle of Kartini". Kau diceritakan. Di dalam buku itu, kau sering kali menamparku dengan semangatmu. Aku sungguh "sungkan" kepadamu. Andai, sekarang kau melihat kaummu, aku berharap kau masih bisa tersenyum bangga. Dan sementara itu, semoga kau tak lupa untuk mewakilkan semangatmu kepada kaummu khususnya, dan kami semua umumnya.
Kartini, aku rindu hadirmu.(ibl)
Friday, 30 October 2015
Semoga Semangatmu Mewarisi
Label:
Tuang Tinta
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment